7 Hari Pasca Longsor Banaran Ponorogo, Digelar Yasinan dan Doa Barsama

Kegiatan Doa Bersama dari Hamba Allah untuk
Korban longsor Banaran
PONOROGO (kotareyognews.net) - Genap 7 hari pasca terjadinya bencana alam tanah longsor di desa Banaran, kecamatan Pulung, kabupaten Ponorogo yang mengubur hidup-hidup 28 warga setempat, sejumlah komunitas warga Ponorogo yang menakan dirinya Hamba Allah mengadakan kegiatan doa bersama di lokasi longsor, Kamis (06/04/2017) malam.

Informasi yang berhasil dihimpun kotareyognews.net, hamba Allah yang tak ingin disebut ini telah melakukan beberapa persiapan untuk melakukan kegiatan doa bersama untuk warga Banaran yang terkena musibah tanah longsor. Bahkan mereka juga mempersiapkan sejumlah perlengkapan termasuk 600 nasi kotak.

"Ini merupakan wujud keprihatinan dan belasungkawa kami atas musibah longsor di desa Banaran yang memelan 28 korban jiwa ini. Kami sengaja mengadakan doa bersama, istigosah dengan membaca Yasin dan tahlil khusus mendoakan korban longsor desa Banaran. Semoga ini bermanfaat dan korban yang belum ditemukan segera diketemukan,"ujar inisiator kegiatan yang enggan disebut namanya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kegiatan tersebut berawal dari inisiatif para anak warung. Mereka rembukan, dan menghasilkan sebuah pemikiran untuk menggelar kegiatan Doa bersama untuk korban longsor pada saat genap 7 hari pasca terjadinya musibah tersebut.

"Sehari rembukan dan semua sepakat urunan sukarela untuk konsumsi dan beberapa bantuan bagi korban terdampak, akhirnya malam jumat kita berangkat ke Desa Banaran. Alhamdulillah kegiatan ini disambut baik oleh warga Banaran, dan bahkan beberapa santri dari berbagai Pondok Pesantren di Ponorogo juga ikut hadir,"pungkasnya. (warok)