Google Mulai Perketat Kabar Hoax di Mesin Pencari

Google dan Fb

PONOROGO (kotareyognews.net) - Para pengguna internet atau dunia maya memang sering kali disuguhkan dengan postingan atau berita yang tidak benar (HOAX). Bahkan tak jarang para pengguna dunia maya dibikin geram dengan menyebarnya kabar Hoax tersebut.

Banyak pengguna internet yang sulit membedakan dan merasa bingung oleh berbagai media ‘palsu’ yang menyebarkan berita ‘Hoax’ atau berita bohong. Padalnya, penyebaran berita palsu ini begitu cepat melalui berbagai media sosial.

Dilansir dari situs rancahpost, guna mengatasi masalah tersebut, kabarnya Google telah memiliki solusi tersendiri. Situs pencarian yang diklaim sebagai pilihan pertama pengguna internet ini jelas harus bisa bergerak di baris depan, melawan peredaran berita dan kabar palsu oleh pihak tak bertanggung jawab. Hal ini mengingat betapa banyaknya pengguna internet yang mengandalkan Google sebagai gerbang sumber informasi.

Dalam mengantisipasi hal tidak diinginkan dalam kasus kabar ‘Hoax’ ini, pihak Google mulai menambah sebuah fitur baru, yang akan memberikan cap atau label pada setiap artikel di hasil pencarian Google.

Cap atau peringatan ini bertuliskan ‘Benar’, ‘Salah’, dan ‘Belum dapat dipastikan sebelumnya’. Label atau tanda ini disematkan Google pada berita asli dan berita Hoax, melalui kerja sama dengan pihak ketiga yang bertugas melakukan crosscheck terhadap kebenaran dari berita tersebut.

Selain memberikan klaim, atau label “benar” dan “salah”, Google juga akan menyandingkan berita tersebut dengan berita hasil kroscek, pihak ketiga yang bekerja sama dengan Google, dia juga mengajak pengguna untuk turut memberikan feedback, jika dirasa ada hasil pemeriksaan (kroscek) yang janggal.

Hal ini diharapkan bisa lebih membantu pihak Google dan tim terkait khususnya, dalam mengembangkan dan mengaplikasikan layanan baru tersebut.

Google sendiri diketahui pertama kali menguji fitur ini pada tahun 2016 lalu, sebelum pemilu presiden AS dimulai. Mereka juga bekerja sama dengan lembaga pemeriksa non-partisan seperti Politifact dan Snopes, yang menurut Google saat ini sudah berkembang menjadi lebih dari 115 organisasi.

Fitur ini juga akan bisa dinikmati seluruh pengguna Google di seluruh dunia, terlepas dari bahasa apa yang mereka gunakan.Namun demikian, fitur baru ini masih dalam tahap perkembangan, dan belum bisa berjalan sempurna. Proses verifikasi yang berjalan lambat terkesan berbanding terbalik dengan proses penyebaran Hoax yang dapat meluas seketika.

Selain Google, kabarnya Facebook juga mulai bergerak. Perusahaan asuhan Mark Zuckerberg ini dikatakan mulai memberikan peringatan keras kepada para pengguna yang menyebarkan isu tidak benar. (*)

Baca Sumber: rancahpost