Longsor Ponorogo, Kata Kades Banaran Sebanyak 28 Orang Warganya Yang Hilang

Bukit setinggi sekitar 800 meter longsor
PULUNG, PONOROGO (kotareyognews.net)- Bencana tanah longsor terbesar sepanjang musim penghujan tahun ini terjadi di desa Banaran. Tebing setinggi sekitar 800 meter ambrol dan menimpa puluhan rumah di dukuh Tangkil dan Krajan, desa Banaran, kecamatan Pulung, kabupatrn Ponorogo, Sabtu (01/04).

Menurut keterangan dari kades Banaran Sarnu, kejadian tanah longsor tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu warga yang berada di sekitar lokasi sedang pulang kerumah untuk membersihkan rumah mereka.

"Sebetulnya warga sekitar longsor sudah mengungsi ke trmpat yang lebih aman sejak tanggal 13 Maret. Kalo malam mereka ke tempat pengungsian yang sebagian besar dirumah keluarganya. Namun saat terjadi longsor, sebagian ada pulang yang bersih-bersih rumah dan ada yang memanen jahe di pekarangan rumah mereka,"terang Sarnu.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, jika longsor terjadi pada malam hari, pasti tidak ada kurban jiwa karena warha sugah mengungsi.

"Rupanya Tuhan berkehendak lain mas. Longsor terjadi pada pagi hari saat warga yang sudah mengungsi balik untuk beraktifitas dirumah mereka karena dirasa kondisi sudah aman,"paparnya.

Dikatakan Sarnu, bencana tanah longsor tersebut menimpa 4 RT di dukuh Tungkil dan dukuh Krajan dan menerjang kurang lebih 28 rumah. Selain itu, sebanyak 28 orang saat ini dinyatakan hilang dan kemungkinan tertimbun longsor.

"Ada sekitar 28 rumah yang diterjang longsor, 21 rumah di dukuh tangkil dan 7 rumah di dukuh Krajan. Dan dari data kami sementara, sebanyak 28 warga juga dinyatakan hilang,"jelasnya.

Dari jumlah tersebut, lanjut Sarnu, sebanyak 6 rumah berada di RT 2/1 dukuh tangkil yaitu milik Menik, Katemun, Sogol, Siwuh, Puji, dan Jeminem. Sedangkan di RT: 1/1  sebanyak 2 rumah yaitu milik Madikan dan Wintoko. Di RT: 3/1 terdapat 13 rumah yaitu milik s Sirmadi, Tamikun, Suyatno, Yatemi, Kateni, Katenu, Nadi, Poniran, Bonari, Jebrak, Kosnin, Suyoto, dan Bintoro.

"Terakhir data kami di dukuh Krajan RT 02/02 juga terdapat 7 rumah yaitu milik Budi, Trimuryadi, Supri, Suwito, Samikun, Kari, dan Joko. Data tersebut masih bisa berubah,"jelasnya.

Sementara itu, pantauan kotareyognews.net di lokasi longsor, terlihat seluruh petugas dari BPBD, Tagana, Kepolisian dan TNI sudah berada di lokasi guna ikut mengamankan dan menyeterilkan lokasi karena khawatir akan terjadi longsor susulan. Bahkan Bupati Ponorogo H Ipong Muchlissoni juga tanpak berada di lokasi guna melihat langsung lokasi longsor. (warok)