Naas, Enam Siswa Hanyut Diterjang Air Bah di Wahana Wisata Grape Madiun

Satu korban saat ditemukan
MADIUN (kotareyognews.net) - Sejumlah enam siswa MTs Bani Alimursad Takeran, Magetan hanyut terseret air bah saat bermain di Sungai Wana Wisata Grape, Madiun, Senin siang (10/4/2017). Enam orang siswa tersebut hilang dan hingga berita ini ditulis baru sejumlah 2 siswa yang sudah ditemukan tim SAR.

Informaai yang berhasil dihimpun kotareyognews.net, keenam bocah tersebut terbawa arus saat mengikuti kegiatan outbound dari sekolahnya di Wahana Wisata Grapae. Mereka total siswa dan siswi MTs Bani Alimursad yang mengikuti acara outbond berjumlah laki-laki 43 siswa sementara perempuan 85 orang. Total 128 siswa yang mengikuti outbond.

Sebetulnya kegiatan outbond tersebut  juga diikuti guru pendamping laki-laki sejumlah empat orang dan enam perempuan dengan penanggung jawab kegiatan Muhammad Antoni Rosyid

Pihak guru pendamping MTs Bani Alimursad Fatimah sendiri mengaku bahwa pihaknya sudah memperingatkan kepada para siswa untuk tidak mandi di sungai karena hujan. Namun para murid tidak mendengar hingga datang air bah dari aliran sungai yang berada di atasnya dan menenggelamkan para korban.

“Semula suasana outbond di Wana Wisata Grape, Kecamatan Wungu, Madiun berlangsung ceria. Namun berubah menjadi duka ini terjadi setelah enam siswa rombongan outbond  MTs Bani Alimursad Takeran, Magetan hanyut saat bermain di sungai sekitar lokasi,"katanya.

Usai bencana tersebut siswa-siswa dan para guru terlihat trauma. Mereka langsung menghentikan kegiatan outbond dan para siswa langsung dipulangkan.

Kapolres Madiun AKBP Made Agus mengatakan, pihaknya masih berkonsentrasi mencari para korban dan belum fokus pada kemungkinan kelalaian panitia maupun pengelola wana wisata.

Menurut dia, dua korban telah berhasil ditemukan tim SAR gabungan dan masyarakat. Korban tersangkut di bebatuan dan tumbuhan di tengah sungai. Sementara ke empat korban lainya masih dalam pencarian tim SAR.

Ke enam korban yang hanyut adalah Hasmi, Ahmad Nur Fuad, Maarif Sacaf, Adliyan, Ramadani dan Gandi.  Korban yang telah ditemukan langsung dibawa ke Rumah Sakit Paru Wungu untuk diidentifikasi. Satu korban masih selamat dan satu korban dinyatakan sudah meninggal. (warok)