Pencarian Korban Longsor Ponorogo Melibatkan Dukun

Pencarian korban longsor Ponorogo dengan alat berat

PONOROGO (kotareyognews.net) - Penggalian material longsor dengan menggunakan alat berat terus dilakukan. Sedikitnya sejumlah 6 eskavator diturunkan untuk melakukan pengerukan material longsor setinggi 17 meter untuk menemukan korban yang masih tertimbun.

Menyikapi sulitnya medan dan banyaknya material longsor yang mengubur 28 korban, sangat menyulitkan proses pencarian korban longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Banaran, Kabupaten Ponorogo ini. Itulah sebabnya pihak BNPB juga mengajak paranormal untuk ikut terjun dalam pencarian.

“Kami minta tolong paranormal juga. Ya mau tidak mau. Percaya tidak percaya. Dan itu bentuk kearifan lokal. Ya dimanfaatkan saja,” kata Kepala Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Tri Budiarto, Rabu (5/4/2017) seperti dikutip kbknews.

Melibatkan paranormal atau dukun ini menurut dia terpaksa dilakukan karena timbunan longsor yang sangat tebal. Apalagi di sektor A atau sektor paling atad tepat dibawah titik longsor, material mencapai 17 meter.

“Kondisi timbunan material longsor berupa tanah merah sangat tebal. Bantuan dukun kita butuhkan untuk membantu mendeteksi dimana posisi korban yang terkubur. Biar bisa cepat ketemu dan memudahkan titik pengerukan,” jelasnya.

Paranormal yang dipakai menurut dia, adalah dukub yang mengetahui kondisi lokasi longsor. Mereka yang mengetahui secara persis desa Banaran atau paranomal asli dari Desa Banaran.

Diketahui pada pencarian di hari keempat kemarin tidak membuahkan hasil, selain ketebalan tanah, cuaca juga tidak mendukung karena sejak siang hujan deras terjadi di lokasi longsor.

Jumlah korban yang sudah diketemukan sebanyak 3 orang yaitu Katemi, Iwan dan Nadi. Saat ini masih terdapat 25 korban yang masih terkubur material longsor di desa Banaran, kecamatan Pulung, kabupaten Ponorogo. (warok)