Setelah Longsor Banaran, Kali Ini Tanah Ambles di Desa Dayakan Ponorogo

Rumah warga yang retak di desa Dayakan
PONOROGO (kotareyognews.net) - Setelah terjadi bencana longsor hebat di Ponorogo timur yaitu desa Banaran, kecamatan Pulung, Kali ini Poborogo kembali dihadapkan dengan tanah ambles di Poborogo Barat yaitu di dukuh Watu Agung, desa Dayakan, kecamatan Badegan, kabupaten Ponorogo, Jatim, Rabu (05/04/2017) malam.

Menurut Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Sudarmanto, pihak Polres Ponorogo telah mendapat laporan dari jajaran Polsek setempat tentang adanya tanah ambles tersebut.

Menurutnya, kejadian tanah ambles yang semakin parah tersebut diketahui warga sekitar pukul 20.00 WIB setelah ujan lebat melanda Desa Dayakan dan sekitarnya.

"Dari keterangan saksi Toimun  mengatakan bahwa dia merasakan tanah bergetar dan mendengar suara gemuruh. Kemudian lantai tanahnya retak sekitar 40 centimeter dengan kedalaman sekitar 4 meter. Bahkab sebagian genteng rumah ada yang berjatuhan,"terangnya.

Disampaikan Sudarmanto, tanah retak di desa Dayakan tersebut sebetulnya sudah sejak 2 Maret 2017. Namun saat ini kondisi retakan tambah melebar. Banyak rumah warga yang terkena retakan termasuk dinding TK Muslimat yang cukup parah mencapai 10 dan juga pada dinding Masjid Sabilul Huda.

"Rumah terparah yang terdampak keretakan adalah milik Miswan dan Toimin, serta TK Muslimat. Saat ini terdapat 56 rumah lainnya di Dusun Watu Agung yang juga terancam,"paparnya.

Saat ini, lanjut Sudarmanto, Bripka Didik Harianto petugas dari Bhabinkamtibmas setempat bersama Babinsa dan Perangkat Desa Dayakan telah mendatangi lokasi retak di dukuh Watu Agung. Mereka telah menginstruksikan kepada warga terdampak agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Saat ini sudah 78 KK yang sudah mengungsi di rumah Marman di lingkungan Wonodoyo dan di rumah Marjoko di lingkungan Watu Agung Tengah. Suara gemuruh masih terdengar di sekitar lokasi sehingga membuat warga cemas,"jelasnya. (warok)